Dr. Ing. h.c. F. Porsche AG mencatatkan pengiriman 122.306 kendaraan ke pelanggan pada paruh pertama 2026, turun 16 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terutama dipicu berakhirnya produksi 718 bermesin pembakaran internal, tingginya permintaan Macan Electric pada 2025, serta berakhirnya berbagai insentif pajak untuk kendaraan listrik dan hybrid di Amerika Serikat. Meski begitu, minat terhadap lini sportcar ikonis 911 justru menguat dengan tren permintaan yang terus naik.
“Dengan sekitar 122.000 unit kendaraan yang dikirimkan kepada pelanggan pada paruh pertama tahun 2026, capaian kami memang berada di bawah periode yang sama tahun lalu, namun tetap sesuai dengan ekspektasi kami, Kami telah mulai mengirimkan Cayenne Electric kepada pelanggan sejak akhir Juni dan sangat senang dengan respons positif yang kami terima dari jaringan dealer kami.” ujar Matthias Becker, Anggota Dewan Eksekutif Penjualan dan Pemasaran di Porsche AG.

Di tengah koreksi pasar, Porsche 911 tetap menjadi bintang dengan lonjakan pengiriman 19 persen dibanding tahun sebelumnya. Performa positif ini didorong oleh permintaan yang konsisten tinggi dan peluncuran bertahap berbagai varian baru sepanjang tahun lalu, termasuk model-model performa tinggi seperti GTS, Turbo, dan GT yang menjaga daya tarik 911 di mata para enthusiast. Struktur penjualan Porsche secara keseluruhan juga masih dinilai seimbang berkat komposisi varian yang kuat di setiap lini model.
Cayenne kembali menjadi tulang punggung volume penjualan Porsche dengan total 38.141 unit yang dikirimkan kepada pelanggan pada semester pertama 2026, hanya terkoreksi 9 persen. Momentum baru hadir lewat dimulainya pengiriman Cayenne Electric sejak akhir Juni, yang langsung disambut positif jaringan diler dan pelanggan di berbagai pasar. Kehadiran SUV listrik ini diharapkan mampu mengimbangi pelemahan di model lain sekaligus memperkuat posisi Porsche di segmen elektrifikasi.
Dari sisi wilayah, Amerika Utara masih memegang predikat pasar terbesar bagi Porsche dengan 37.712 kendaraan yang berhasil dikirimkan, meski turun sekitar 13 persen. Di Eropa (di luar Jerman), pengiriman tercatat 30.278 unit (turun 14 persen), sedangkan di Jerman sendiri mencapai 14.938 unit (turun 6 persen). Pasar Tiongkok mengalami koreksi lebih dalam dengan penurunan 32 persen menjadi 14.501 unit, dipengaruhi kondisi pasar yang menantang dan strategi Porsche yang semakin fokus pada penjualan berbasis nilai.

Performa tiap lini model menunjukkan dinamika yang cukup tajam. Macan mencatat total 35.315 unit, terdiri dari 19.695 unit versi bermesin pembakaran internal dan 15.620 unit Macan Electric, namun secara total turun 22 persen akibat melambatnya adopsi kendaraan listrik dan hilangnya insentif pajak di AS. Panamera terkoreksi 38 persen menjadi 9.308 unit akibat jeda produk di Tiongkok, yang coba dijembatani lewat peluncuran Panamera Pure Edition khusus pasar lokal. Di sisi lain, lini 718 Boxster dan Cayman anjlok 73 persen ke 2.789 unit seiring berakhirnya produksi pada Oktober 2025, sementara Taycan turun 25 persen menjadi 6.219 unit.
Meski menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik, Porsche menegaskan bahwa struktur penjualannya masih terjaga seimbang di berbagai wilayah. Perusahaan juga mulai menggulirkan produk-produk baru seperti Cayenne Electric, 911 GT3 S/C, dan sistem E-Shift pada Taycan yang menawarkan sensasi perpindahan gigi virtual untuk menjaga gairah pasar. Menatap sisa 2026 hingga ke depan, Porsche berencana terus menyelaraskan portofolio model dengan kebutuhan pelanggan dan akan memaparkan lebih jauh arah Strategy 2035 pada ajang Capital Markets Day di musim gugur mendatang.

