Geely Auto Group mencatatkan semester pertama 2026 sebagai periode bersejarah dengan total penjualan global mencapai 1.422.958 unit dan ekspor 474.228 unit, naik 158% year-on-year dan sudah melampaui total ekspor sepanjang 2025. Lonjakan ini banyak didorong oleh jajaran kendaraan energi baru (NEV) yang kini menjadi tulang punggung ekspor Geely di berbagai pasar dunia.
Sepanjang Januari–Juni 2026, NEV menyumbang 59% dari total ekspor Geely dengan volume 277.189 unit, meningkat 585% dibanding periode yang sama tahun lalu. Puncak momentum hadir pada Juni 2026 ketika penjualan ekspor Geely untuk pertama kalinya menembus lebih dari 100.000 unit hanya dalam satu bulan, menegaskan percepatan adopsi NEV di pasar internasional.

Di Eropa, Geely mempercepat ekspansinya dengan masuk ke tujuh pasar baru dalam waktu 45 hari, termasuk Jerman, Spanyol, Belanda, dan Prancis, didukung kerja sama dengan grup diler besar di Portugal, Austria, dan Swiss. Model seperti Geely EX5 dan Starray EM-i kini dipasarkan di lebih dari 20 negara Eropa, sementara Starray EM-i mencatat prestasi sebagai SUV plug-in hybrid terlaris di Australia pada Mei 2026.
Sementara itu, Geely EX2 menunjukkan pertumbuhan kuat di pasar global dengan Brasil sebagai salah satu pasar dengan perkembangan tercepat. Seiring ekspansi, Geely memperkuat kemampuan operasional melalui 13 pusat distribusi suku cadang global dan mempercepat lokalisasi manufaktur di pasar strategis seperti Brasil dan Indonesia, didukung lebih dari 2.000 jaringan penjualan dan layanan purna jual di lebih dari 100 pasar dunia.

Di Indonesia, momentum positif ini tercermin dari wholesales Geely yang mencapai 8.424 unit hingga Juni 2026, menempatkannya di tiga besar merek Tiongkok dengan penjualan tertinggi. Geely EX2 menjadi kontributor utama dengan 1.618 unit wholesales pada Juni dan total 6.582 unit sepanjang semester pertama, sehingga mengukuhkan posisinya sebagai model kunci dalam pertumbuhan segmen kendaraan listrik (NEV) di Tanah Air.
Menjawab tingginya permintaan, Geely meningkatkan kapasitas produksi EX2 sehingga waktu inden dipangkas menjadi sekitar satu bulan, menawarkan efisiensi dan kepraktisan untuk penggunaan harian berkat jarak tempuh hingga 395 km (NEDC) dan kemampuan DC fast charging 30–80% dalam 25 menit. Konfigurasi rear-wheel drive, radius putar ringkas, dan kabin fungsional menjadikan EX2 semakin relevan dengan kebutuhan mobilitas perkotaan di Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen Geely menghadirkan solusi mobilitas listrik yang inovatif bagi konsumen.

